Konsultan Pajak Bandung : Kursus Brevet Pajak Tac Tic Tax Bandung

Transfer pricing adalah penetapanharga atas transaksi penyerahan barang berwujud, barang nir berwujud, ataupenyediaan jasa antarpihak yg mempunyai interaksi istimewa.

Transfer  pricing merujuk pada pengaturan, analisis, dokumentasi, pengaturan, & penyesuaian biayayang dibentuk antara pihak terkait buat barang, jasa, atau penggunaan kekayaan (termasuk aset tidak berwujud).

TransferPricing merupakan modus operandi kejahatan kerah putih yang palingcanggih. Lantaran kejahatan ini melibatkan keahlian dibidang hukum perpajakaninternasional, akuntasi & aneka Konsultan Pajak Bandung macam sistem perdagangan yangdiadopsi oleh aturan International.

MODUS-MODUS TRANSFER PRICING

Cara ini adalah perusahaan pada Indonesia sebagai prudusenmenjual barang pribadi ke induk perusahaan diluar negeri. Tapi dijualnyamelalui agent pada Singapore atau Hong Kong atau dinegara yg pajaknya rendah.Agent ini sebetulnya dimiliki oleh Group perusahaan ( Pembeli & penjual ) itusendiri. Harga jual pada agent dibentuk serendah mungkin agar pajak dibayar didalam negeri jadi rendah. Kemudian agent itu me repacking barang danmenjualnya kepada induk perusahaan dengan harga tinggi.

Induk perusahaan akanmembayar mahal tentu supaya labanya jadi rendah dibanding harga beli. Dalam halini, keuntungan bagi penjual / penghasil rendah, laba bagi pembeli jua rendah. Labatinggi terdapat di agent yang berada dinegara yang pajaknya rendah.

Secara keseluruhan perusahaan menumpuk labanya dinegara yang taraf pajaknya rendah. Dana ini siap digunakan kapanpun dengan skemapinjaman melalui pembelian bond oleh agent itu sendiri. Lagi lagi bunga dan commitment fee akan sebagai beban Induk perusahaan & anak perusahaan. Dan iniakan mengurangi keuntungan perusahaan dimasa datang. Modus operandi tersebut diatasbisa juga dibalik, Indonesia sebagai pembeli ( buyer ) dan pihak indukperusahaan menjadi penjual (seller ). Ini umumnya berkaitan menggunakan kebutuhan teknologi industri bagi perusahaan yg berhubungan dengan TNC pada luar negeri.

Kita memahami seluruh bahwa nir ada perusahaan bisaberkembang tanpa dana. Perusahaan transnasional selalu apabila mendirikanperusahaan pada Indonesia, tidak pernah menggunakan skema uangnya sendiri. Danjarang mereka meminjam eksklusif ke institusi keuangan. Umumnya dana awal untukpembangun project atau
Pengambil alihan perusahaan menggunakan dana private investor.

Bank hanya bertindak sebagai channelingagent. Lantaran namanya prinvate investor maka dikenal jua menggunakan istilahsophisticated investor. Bunganya pasti tinggi dibanding bunga pasar. Bahkanbisa dua kali lipat berdasarkan bunga pasar. Kemudian ada commitment fee yang harusdibayar, Ada pula lending fee & banyak lagi fee yg wajibdibayar. Ini sahsaja karena maklum private investor yang lebih memikirkan rent fee.

Jadi ketika awal perusahaan ini berinvestasi didalamnegeri, telah dibebani ongkos modal yg mahal ( Cost of fund ). Ini tentu akanmengurangi pajak perusahaan. Padahal private investor itu sendiri pemiliknyaadalah pemilik project itu sendiri.

Artinya dia pinjam menggunakan dirinya sendiri.Tapi karena direkayasa sang ahlihukum,akuntan, banker maka semuanya kelihatan formal dan wajar. Modus operandiini umunya banyak dipakai sang perusahaan yg bergerak dibidang tambang danMigas, infrastruktur, property dan plantation. Mereka punya underlying untukmembuat cost of fund mahal, yaitu resiko investasi yang tinggi, Tekhnologiexplorasi yang sulit dan contry risk yg tinggi , dll..

Dengan diratifikasinya hak patent dan property rightdalam WTO maka porto intengible bisa ditempatkan menjadi biayamengurangipajak. Hampir seluruh perusahaan asing yg berafiliasi dengan perusahaan didalamnegeri, tetapkan management fee, brand fee, technologi fee. Jumlahsesuai kesepakatan . Karena namanya afiliasi maka deal dapat dibuat nir bertanggung jawab. Belum lagi ada keharusan untukmembeli bahan penolong, jasa pendukung (Consultant fee ) & bahan primer dariinduk perusahaan. ( Principal ).

Tentu harga direkayasa lagi. Kemudian paratenaga akhli yang ditempatkan diperusahaan afiliasi digaji diatas baku gajimereka dinegaranya. Alasannya karena bekerja diluar negeri. Dari semua ongkosinilah pajak menjadi rendah. Dan pendapatan akumulasi induk perusahaan menjadibesar.

Modus ini generik digunakan sang perusahaan TNC di bidangMigas untuk mengurangi sharing pemerintah lewat membebani cost project untukmendapatkan pulang cost recovery. Data jumlah pruduksi BP-MIGAS jauh lebih tinggi biladibanding data volume produksi Departement Keuangan. Artinya ketika memproduksimereka meninggikan produksi agar semakin akbar cost recovery yangberhak mereka terima & saat menjual dibuat rendah agar pajaknya jugarendah.

Article Categories:
Pekerjaan

Comments are closed.